Galery

WORKSHOP PENGENALAN KURIKULUM PROTIPE 2022

1. DASAR PELAKSANAAN KEGIATAN/ LATAR BELAKANG

PP No. 57/2021 tentang STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

Esensi kebijakan “Merdeka Belajar” yang telah dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi adalah menggali potensi terbesar para pendidik dan peserta didik untuk berinovasi dan meningkatkan kualitas pembelajaran secara mandiri. Mandiri yang dimaksud bukan hanya mengikuti proses birokrasi pendidikan, tetapi dalam mengembangkan kreativitas mendesain sebuah rencana pelaksanaan pembelajaran dan melaksanakan proses pembelajaran, yang tentu saja bermuara pada pencapaian kompetensi peserta didik secara komprehensif sebagaimana tertuang dalam Standar Kompetensi Lulusan (SKL).

Di dalam Pasal 6 Standar Nasional Pendidikan dinyatakan bahwa SKL pendidikan Satuan Pendidikan Jenjang Pendidikan dasar difokuskan pada penanaman karakter yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila serta kompetensi literasi dan numerasi Peserta Didik. Hal inilah yang perlu dikuatkan di dalam implementasi kurikulum pendidikan dasar. Disamping itu, kebijakan kurikulum bergerak ke paradigma baru yang menuntut para pendidik untuk mengajar dengan memperhatikan kebutuhan peserta didik (pembelajaran terdiferensiasi), mengadaptasi kurikulum nasional dengan kebutuhan lokal, dan meningkatkan kecakapan literasi melalui pedekatan yang lebih terarah. Kebijakan ini diharapkan dapat mendorong peningkatan mutu pembelajaran di dalam kelas.

– Agar Guru Dapat Mengetahui Dan Memahami Kurikulum Prototipe Dan Yang Selanjutnya Dapat Mengimplementasikannya ( Yang Insya Allah Akan Dilaksanakan Secara Bertahap Pada Satuan Pendidikan)

3. WORKSHOP PENGENALAN KURIKULUM PROTOTIPE 2022   AKAN DILAKSANAKAN PADA TANGGAL 9 (MULAI HARI INI ) – TANGGAL 12  PEBRUARI  2022 ( TERDIRI DARI TEORI DAN PRAKTEK MENGERJAKAN LK )

4. NARA SUMBER. Kegiatan Ini Difasilitasi Oleh 3 Narasumber/Pendamping  Yaitu

– Koordinator Pengawas Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kab.Maros (BAPAK DRS.BURHANUDDIN, M.Pd.), DAHNIAR,S.Pd.,M.Pd. (GURU SMPN 5 MANDAI), Hj.SUKMAWATI,S.Pd.,M.Pd (GURU SMPN 5 MANDAI)

5. PESERTA  WORKSHOP Adalah Seluruh Guru UPTD SMPN 5 Mandai

6. DANA KEGIATAN INI BERSUMBER DARI DANA BOS

2 TUJUAN WORKSHOP

KEGIATAN HARI 1 (PERTAMA)

WORKSHOP DIBUKA OLEH KEPALA DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN MAROS
LAPORAN KETUA PANITIA WORKSHOP (Hj.SUKMAWATI,S.Pd.,M.Pd.)
NARASUMBER “KURIKULUM PROTOTIPE” (DRS.BURHANUDDIN,M.Pd.)
PESERTA WORKSHOP GURU UPTD SMPN 5 MANDAI

KEGIATAN HARI KE DUA

NARASUMBER “DIVERSIFIKASI KURIKULUM” (DAHNIAR,S.Pd.,M.Pd.)
NARASUMBER “PENGUATAN KONSEP LITERASI DAN NUMERASI DAN IMPLIKASINYA DALAM PEMBELAJARAN DAN PENILAIAN’ (Hj.SUKMAWATI,S.Pd.,M.Pd.)

Kunjungan LPMP Provinsi Sulawesi Selatan Dalam Rangka Pendampingan Mitigasi Resiko dan PHBS di UPTD SMPN 5 Mandai (Kamis,11 November 2021)

Kegiatan Sosialisasi Keamanan Pangan (Sabtu 23 Oktober 2021)

Deskripsi Kegiatan

Sosialisasi Keamanan Pangan Sekolah

Hari/ Tanggal   :  Sabtu/ 23 Oktober 2021

Waktu              :  09.00- 13.00

Tempat            :  SMPN 5 Mandai

Pemateri           : 1.  Kepala SMPN 5 Mandai Ibu Hj. Sitti Nur Hawa, S.Pd., M.Pd

                          2.  Pembina Tim keamanan Pangan Sekolah  Ibu warda, S.KM., M.Kes

Uraian Materi   :

  1. Kepala SMPN 5 Mandai, Ibu Hj.Sitti Nurhawa, S.Pd., M.Pd, menyampaikan tentang pentingnya pengetahuan orang tua tentang pangan jajanan anak sekolah yang sehat agar anak- anak peserta didik dapat hidup sehat dan beraktifitas belajar dengan baik. Terkhusus kepada pengelola kantin disampaikan agar menjual jajanan tetap memperhatikan kualitas makanan yang sehat dan memenuhi standar pemenuhan gizi, serta menjaga kebersihan lingkungan kantin, dan yang perlu ditekankan adanya larangan untuk menjual minuman yang memiliki kemasan, meminimalkan adanya penumpukan sampah.
  • Pembina Tim Keamanan Pangan Sekolah, Ibu Warda, S.KM., M. Kes, menyampaikan tentang materi :
  1. Kebijakan keamanan pangan jajanan anak usia sekolah, yaitu :

1). Memastikan anak sekolah mengkonsumsi pangan jajanan yang aman, bermutu dan bergizi

2). Memastikan anak usia sekolah memiliki pengetahuan, sikap dan perilaku keamanan pangan yang baik sehingga dapat melindungi dirinya dari pangan yang tidak aman dan berbahaya bagi kesehatannya

3). Mamastikan keterlibatan aktif semua komunitas sekolah dalam mewujudkan keamanan pangan anak usia sekolah

4). Memastikan manajemen keamanan pangan jajanan anak usia sekolah berjalan sebagaiamana yang diharapkan

  b.  Lima (5) kunci keamanan pangan untuk memilih pangan, yaitu:

1). Kenali pangan aman,

2). Beli pangan yang aman,

3). Baca label dengan saksama,

4). Jaga kebersihan,

5). Catat dan laporkan apa yang ditemui

  c.  Lima (5) kunci keamanan pangan untuk mengolah pangan, yaitu:

       1). Jagalah kebersihan

       2). Pisahkan pangan mentah dari pangan matang

       3). Masaklah dengan benar

       4). Jagalah pangan pada suhu aman

       5). Gunakan air dan bahan baku yang aman

PELAKSANAAN ANBK DAN SURVEI LINGKUNGAN BELAJAR

PEMANTAU ANBK DARI DIKNAS PROVINSI

PEMANTAU ANBK DARI LPMP PROVINSI SULAWESI SELATAN

ANBK DILAKSANAKAN PADA TANGGAL 4-5 oKTOBER 2021

SURVEI LINGKUNGAN BELAJAR OLEH KEPALA SEKOLAH DAN GURU

Asesmen Nasional atau AN adalah evaluasi yang dilakukan oleh pemerintah untuk pemetaan mutu sistem pendidikan pada tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah dengan menggunakan instrumen asesmen kompetensi minimum, survei karakter, dan survei lingkungan belajar. Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) adalah pengukuran kompetensi peserta didik dalam Literasi Membaca dan Literasi Matematika (Numerasi). Literasi Membaca adalah kemampuan untuk memahami, menggunakan, mengevaluasi, merefleksikan berbagai jenis teks untuk menyelesaikan masalah dan mengembangkan kapasitas individu sebagai warga Indonesia dan warga dunia agar dapat berkontribusi secara produktif di masyarakat. Numerasi adalah kemampuan berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika untuk menyelesaikan masalah sehari-hari pada berbagai jenis konteks yang relevan untuk individu sebagai warga negara Indonesia dan dunia. Survei Karakter adalah pengukuran terhadap sikap, kebiasaan, nilai-nilai (values) berdasarkan enam aspek Profil Pelajar Pancasila. Survei Lingkungan Belajar adalah pengukuran kualitas pembelajaran dan iklim sekolah yang menunjang pembelajaran pada satuan pendidikan

Berdasarkan Kepala Badan Standar, Kurikulum, Dan Asesmen Pendidikan Kemendikbudristek Nomor: 030/H/Pg.00/2021 Tentang Prosedur Operasional Standar Penyelenggaraan POS AN Tahun Tahun 2021, dinyatakan bahwa POS AN ini disusun sebagai acuan bagi Kementerian, Kementerian Agama, Pemerintah Daerah, dan Satuan Pendidikan dalam melaksanakan AN. POS AN tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Kepala Badan ini.

PEMANTAUAN SEKOLAH DIGITAL

Kunjungan Tim Pengkajian Manajemen Berbasis IT dari Balitbanda Kabupaten Maros,Dinas Pendidikan dan Ketua Tim Pelaksana dari Universitas Negeri Makassar, Senin,27 September 2021

BIMTEK PENGELOLAAN WEBSITE SEKOLAH

Dalam Rangka Pengembangan Sekolah Digital, UPTD SMPN 5 melakukan Bimbingan Teknis (BIMTEK) Pengelola Website

Galeri daur ulang UPTD SMPN 5 Mandai

Kegiatan daur ulang dilakukan sebagai cara mengembangkan kreativitas siswa dalam penanganan sampah anorganik. Daur ulang merupakan salah satu cara untuk memodifikasi sampah atau barang bekas menjadi barang baru yang bermanfaat dan bernilai ekonomi. Misalnya sampah plastik dibuat menjadi bunga, pipet dijadikan tas, kertas koran dijadikan vas bunga, botol suprait dijadikan tempat pensil dan lain-lain

SMPN 5 Mandai juga merupakan sekolah sahabat keluarga. Sekolah sahabat keluarga merupakan program terbaru dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Program ini menganjurkan agar setiap sekolah memiliki lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi anak dengan melibatkan keluarga maupun masyarakat melalui cara-cara yang kreatif dan inovatif. Keterlibatan orang tua dalam pemeliharaan sekolah, kelas, dan pasilitas sekolah bertujuan agar para orang tua meras ikut memiliki sekolah dan juga merasa aman anaknya berada dalam lingkungan sekolah yang aman, tenang, bersih, dan asri.

Melalui parenting, orang tua bekerja sama dengan pihak sekolah dalam pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah. Orang tua boleh menyumbang baik berupa materi, maupun berupa pikiran, atau tenaga. Jika pihak sekolah ingin mengadakan sosialisasi tentang bahaya narkoba, dan kebetulan ada orangtua siswa yang merupakan anggota Badan Narkotika Nasional (BNN) atau polisi, orang tua bisa memberikan pengetahuan dan ilmu kepada siswa pada acara sosialisasi. Atau ada yang orang tuanya dokter bisa jadi narasumber untuk acara tertentu. Bahkan jadi pembina upacara juga bagus. Itu contoh keterlibatan orang tua di SMPN 5 Mandai.