Inovasi Sekolah

PUTSAL ( Pungut Sampah dan Kelola )

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

            Sesuai kebijakan dari dinas pendidikan  kabupaten Maros, bahwa setiap sekolah harus memiliki program unggulan atau program inovasi yang harus tampak pada Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS). Sejalan dengan kebijakan tersebut maka UPTD SMPN 5 Mandai menetapkan program unggulan/inovasi yaitu “Penguatan Pendidikan Karakter Peduli Lingkungan  Melalui Program PUTSAL (Pungut Sampah Kelola)”.

            Program ini ditetapkan dengan dilatarbelakangi bahwa  berdasarkan UU.No.20 Tahun 2003 pasal 3  tentang fungsi  Pendidikan nasional bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berahlak mulia, sehat,berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

            Didalam Permendikbud  Nomor 20 Tahun 2018 pasal 1  tentang Penguatan Pendidikan Karakter Pada Satuan Pendidikan Formal bahwa Penguatan Pendidikan Karakter yang selanjutnya disingkat  PPK adalah gerakan pendidikan dibawah tanggung jawab satuan pendidikan untuk memperkuat karakter peserta didik melalui harmonisasi olah hati, olah rasa, olah pikir dan olah raga dengan pelibatan dan kerjasama antara satuan pendidikan, kelaurga dan masyarakat sebagai bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM)

            Demikian pula didalam Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah bahwa hari sekolah digunakan oleh peserta didik  untuk melaksanakan kegiatan intrakurikuler, kokurikuler dan ekstrakurikuler. Kegiatan ekstrakurikuler bertujuan untuk mengembangkan potensi,bakat,minat, kemampuan,  kepribadian, kerjasama, kemandirian peserta didik secara optimal untuk mendukung pencapaian tujuan pendidikan.

Selanjutnya didalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 05 Tahun 2013 Tentang Pedoman Pelaksanaan Program Adiwiyata pasal 1 ayat 2 bahwa program adiwiyata adalah program untuk mewujudkan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan.

Demikian pula Surat Edaran Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan merdeka belajar bahwa penyelenggaraan UN Tahun 2021 akan diubah menjadi Asesmen Kompetensi Minimum dan Survey Karakter, yang terdiri dari kemampuan bernalar  menggunakan bahasa(literasi), kemampuan bernalar menggunakan matematika (numerasi) dan Penguatan Pendidikan Karakter

            Berdasarkan fakta UPTD SMPN 5 Mandai sejak Tahun 2013 telah memperoleh penghargaan Adiwiyata Kabupaten, Provinsi, Tahun 2015 memperoleh penghargaan Adiwiyata Nasional dan Tahun 2017 memperoleh adiwiyata Mandiri. Oleh karena itu UPTD SMPN 5 Mandai menetapkan Program Unggulan Adiwiyata.

B. Tujuan Program     

Tujuan Program Adiwiyata ini adalah menciptakan kondidsi yang baik bagi sekolah untuk menjadi tempat pembelajaran dan penyadaran warga sekolah, sehingga dikemudian hari warga sekolah tersebut dapat turut bertanggung jawab dalam upaya penyelamatan lingkungan. Dengan program adiwiyata ini diharapkan pula nilai- nilai karakter peserta didik  dan semua warga sekolah sesuai  dengan harapan.       

BAB II

                                            PEMBAHASAN

A.  Kajian Teori

Pendidikan karakter merupakan proses pemberian tuntunan kepada peserta didik untuk menjadi manusia seutuhnya yang memiliki karakter dalam dimensi hati, pikir, raga, serta rasa dan karsa. Pendidikan karakter bertujuan untuk memberikan keputusan baik buruk, memelihara apa yang baik, dan mewujudkan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari dengan sepenuh hati.

Peduli lingkungan adalah sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya, dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi. (Daryanto, 2013:71).

Pendidikan karakter peduli lingkungan adalah proses pengembangan sikap sadar sebagai bagian dari lingkungan, sehingga berupaya mencegah dan memperbaiki kerusakan alam serta berusaha melestarikan lingkungan hidup demi generasi yang akan datang. Pendidikan karakter peduli lingkungan dilaksanakan untuk mencapai tujuan pendidikan karakter.

 Lingkungan hidup menurut Peraturan Pemerintah Nomor 29 tahun 1986 adalah kesatuan ruang semua benda, daya, keadaan dan makhluk hidup, termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya yang mempengaruhi kelangsungan peri kehidupan dan kesejahteraan manusia, serta lingkungan hidup. Kenyataan yang dihadapi saat ini adalah terjadinya kemerosotan kualitas lingkungan hidup. Salah satu faktor penyebabnya adalah kegiatan manusia yang mencemari lingkungan hidup.

Permasalahan sampah yang mencemari lingkungan hidup menjadi salah satu masalah lingkungan yang belum terselesaikan dengan baik, khususnya di berbagai daerah di Indonesia. Jumlah sampah terus meningkat di setiap tahunnya. Salah satu faktor penyebabnya adalah kegiatan manusia yang mencemari lingkungan hidup.. Jumlah sampah terus meningkat di setiap tahunnya.

Sampah dapat berdampak buruk bagi kehidupan manusia. Sampah yang menumpuk tanpa adanya pengelolaan yang benar dapat menimbulkan berbagai penyakit dan menghasilkan zat kimia berbahaya.

Kondisi di atas yang mendorong perlu memberikan pemahaman kepada generasi muda di Indonesia tentang pentingnya kepedulian terhadap lingkungan. Untuk itu perlunya pembinaan kepedulian terhadap lingkungan dapat dilakukan melalui pendidikan karakter peduli lingkungan khususnya di sekolah. Perilaku peduli lingkungan merupakan hal yang harus ditanamkan secara terus menerus melalui pembiasaan. Aspek-aspek peduli lingkungan yang dikembangkan di sekolah meliputi pembiasaan memelihara kebersihan dan kelestarian lingkungan sekolah, tersedia tempat pembuangan sampah, melakukan pembiasaan memisahkan jenis sampah organik dan anorganik, mengelola sampah organik dan anorganik, menyediakan peralatan kebersihan.

Kesadaran dan kepedulian manusia terhadap lingkungan tidak dapat tumbuh begitu saja secara alamiah, namun harus diupayakan pembentukannya secara terus menerus sejak usia dini, melalui kegiatan-kegiatan nyata yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Untuk menanamkan kesadaran terhadap Lingkungan Hidup. Langkah yang paling strategis adalah melalui pendidikan, baik pendidikan formal atau pendidikan non-formal. Menyadari hal tersebut, maka sekolah sebagai wadah pendidikan perlu sejak dini menanamkan dan mengembangkan kepedulian siswa terhadap lingkungan hidup agar terbentuk sumberdaya manusia yang secara arif dapat memanfaatkan potensi dirinya dalam berbuat untuk menciptakan kualitas lingkungan yang kondusif, ekologis, lestari secara nyata dan berkelanjutan, tentunya dengan cara-cara yang simpatik, kreatif, inovatif dengan menganut nilai-nilai dan kearifan budaya lokal.

Inilah yang mendasari UPTD SMPN 5 Mandai melaksanakan Program Unggulan dengan tema   “ Penguatan Pendidikan Karakter Peduli Lingkungan melalui Program PUTSAL ( PUNGUT  SAMPAH KELOLA )”

Tujuan Utama dari program ini adalah   Meningkatnya kesadaran semua stackholder pada SMPN 5 Mandai dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

B. Deskripsi Program Unggulan           :

Berdasarkan rancangan  Program Inovasi/unggulan UPTD SMPN 5 Mandai melalui tahap

  1.  Rencana konsep pengelalolaan sampah sekolah
  2.  Sosialisasi internal ( peran dan tanggung jawab personal sekolah ),
  3.  Pengelolaan sampah sekolah
  4. Pemilahan sampah
  5. Penanganan sampah organik ( penomposan )
  6. Penanganan sampah anorganik ( penerapan 3R dalam konsep bank sampah )
  7. Pemanfaatan/ penjualan produk
  8. Evaluasi dan pengembangan konsep

Program Inovasi/unggulan UPTD SMPN 5 Mandai dimulai pada bulai maret dan sampai saat ini ( Oktober 2020 ) sudah melalui  tahap

  1.  Rencana konsep pengelolaan sekolah (berdasarkan proposal),
  2.  Sosialisasi internal ( peran dan tanggung jawab personal sekolah ),

 Program ini telah disosialisasikan ke semua stackholder di sekolah, ini dilaksanakan pada bulan Januari 2020 pada saat rapat kerja sekolah, dan ini mendapat tanggapan positif dari semua stackholder di sekolah dan disetujuilah program inovasi dengan tema “ Penguatan Pendidikan Karakter Peduli Lingkungan melalui Program PUTSAL ( Pungut Sampah dan Kelola) “.

Selain program ini disosialisasikan ke intern sekolah, juga program ini disosilisasikan ke komite sekolah, parenting class  dan hal ini mendapat respon positif dan dukungan dari mereka, bahkan pada saat itu sekolah mendapat bantuan berupa alat pengomposan ( komposter ) sebanyak 5 (lima) buah

  • Pengelolaan sampah sekolah

Meskipun Program ini mengalami kendala diawal pelaksanaannya yang diakibatkan mewabahnya Covid_19, akan tetapi program ini tetap dilaksanakan ,

Di UPTD SMPN 5 Mandai,  pengelolaan sampah  dimulai dengan penyediaan fasilitas tong sampah yang berbeda untuk jenis sampah organik dan anorganik. Seluruh komponen sekolah harus sepakat untuk membuang sampah pada tempatnya dan bersama-sama mengawasi proses pemilahan saat pembuangan sampah.

Fasilitas tong sampah organik dan anorganik berfungsi sebagai tempat pemilahan awal sampah yang kemudian dapat di olah kembali menjadi produk baru. Sampah organik dapat diolah menjadi pupuk kompos alami untuk dimanfaatkan sebagai pupuk taman di sekolah, pembuatan kompos dengan sampah basah di sekolah bisa menjadi media pembelajaran untuk peserta didik, setidaknya anak akan belajar tentang Ilmu Pengetahuan Alam(IPA). Anak juga akan belajar menghargai lingkungan, mereka akan belajar bagaimana sampah itu bisa bermanfaat bagi manusia bukan hanya sebagai sesuatu yang kotor dan menjijikkan. Kompos yang dihasilkan dapat digunakan untuk memupuk tanaman yang ada atau sebagai campuran media tanam dalam  pot. 

Sedangkan produk anorganik seperti kertas, plastik  bekas dapat diolah menjadi kerajinan tangan, dan juga dipilah untuk dijual ke Bank Sampah Kabupaten, dengan sistem ini diharapkan anak didik dapat belajar betapa sampah yang semula kotor dan menjijikkan ternyata memiliki nilai jual, mata pelajaran ekonomi dapat dipelajari dari seonggok sampah.

Adapun tahap pengelolaan sampah adalah :

a. Pemilahan sampah

Sampah yang dihasilkan di SMPN 5 Mandai kebanyakan adalah jenis sampah kering dan sampah basah. Sampah kering yang dihasilkan  berupa kertas, plastik dan sedikit botol. Sedangkan sampah basah berasal dari guguran daun pohon , sisa makanan dan daun pisang pembungkus makanan.

Setiap hari sampah yang ada disekolah dipungut dan dikumpulkan di sekolah oleh peserta didik,guru, pegawai dan yang lainnya. Nilai-nilai karakter yang ditanamkan dalam kegiatan ini adalah nilai-nilai karakter peduli lingkungan seperti memelihara dan melestarikan lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan, nilai kedisiplinan, nilai ekonomi. 

Sampah yang ada kemudian dipilah berdasarkan jenisnya, yaitu sampah organik dan anorganik.

b. Penanganan sampah organik ( penomposan )

Sampah sudah menjadi masalah yang sangat klasik disekitar kita, masih banyak orang kurang peduli dengan membuang sampah sembarangan atau membiarkannya begitu saja. Ini akan berdampak buruk terhadap lingkungan sekitar kita jika dibiarkan terus menerus. Oleh karena itu UPTD SMPN 5 MANDAI memilih program unggulan bagaimana sampah itu bisa diolah sehingga bisa bermanfaat, dan juga terutama untuk menanamkan karakter kepada semua stackholder di sekolah agar memiliki nilai-nilai karakter peduli lingkungan.

Adapun cara pengolahan sampah organik menjadi kompos adalah

1. Pertama, siapkan komposter

2. Siapkan bahan – bahannya seperti sampah dedaunan,  sampah sisa hasil makanan.

3. Kemudian potong sampah organik menjadi bagian yang lebih kecil – kecil, supaya enak dan hemat waktu anda dapat menggunakan alat atau juga mesin pencacah sampah organik.

4. Selanjutnya tambahkan  bahan pupuk dengan 10 ml bakteri EM4. Aduk hingga lembab atau basah bahan pupuk kompos yang sudah dimasukkan dengan bahan – bahan.

5. Terakhir masukkan bahan pupuk kedalam wadah komposter kemudian tutup rapat. 

Pupuk kompos baru dapat digunakan setelah difermentasi selama kurang lebih 2 sampai 3 bulan, supaya prosesnya lebih cepat setiap 2 minggu sekali bahan pupuk dibolak balik dan juga beri sedikit air agar menjaga kelembaban bahan pupuk.

c. Penanganan sampah anorganik ( penerapan 3R dalam konsep bank sampah )

Kegiatan pengelolaan sampah sekolah dilakukan dengan pendekatan 3R (Reuse, Reduce, dan Recycle). Kegiatan 3 R yang dilakukan di SMPN 5 Mandai sebagai berikut :

Pengolahan Sampah Sekolah dengan menerapkan prinsip 3R :

           1. Reuse ( penggunaan kembali ) yaitu menggunakan sampah-sampah tertentu yang masih memungkinkan untuk di pakai.

               Contoh :

  1.  kertas bekas  diolah kembali menjadi amplop
  2.  Botol kemasan dapat dipakai lagi dengan mengganti air yang baru.
  3. Baju bekas dapat diberikan kepada yang membutuhkan.
  4. Tempat cat digunakan sebagai pot bunga.
  5. Botol plastik diisi air berwarna digunakan sebagai pagar di pojok baca.
  6. Menggunakan serbet pengganti  tissu
  7. Menggunakan kedua sisi kertas untuk menulis.
  8. Menjual sampah kertas dan hasil penjualannya dibelikan gula pasir dan gorengan atau kebutuhan lain.
  9.  Dll.

                    2. Reduce ( Pengurangan ) yaitu berusaha mengurangi segala sesuatu yang dapat menimbulkan sampah serta mengurangi sampah yang sudah ada.

                        Contoh:

  1. mengurangi penggunaan botol-botol plastik yang diganti botol yang mempunyai label kesehatan.
  2. Mengurangi penggunaan sterevom yang bisa merusak atau mencemari lingkungan.
  3. Menggunakan printer yang dapat bisa didisi kembali tinta.
  4. Menggunakan spidol yang dapat diisi kembali tinta.
  5. Gunakan kedua sisi kertas untuk menggandakan soal.
  6. Membaca buku secara online.
  7. Mengadakan ulangan secara online.
  8. Gunakan website menulis berita

                    3. Recycle ( daur ulang ) yaitu menggunakan sampah-sampah tertentu untuk diolah menjadi barang yang lebih baik

                        Contoh :

  1. Mengolah botol plastik menjadi pot bunga.
  2. Mengolah kantong plastik menjadi bunga.
  3. Mengolah pembungkus apel menjadi bunga.
  4. Mengolah kaleng minuman menjadi vas bunga.
  5. Mengolah kertas koran menjadi celemek.
  6. Mengolah kertas karton menjadi  topi koki
  7. Mengolah kulit jagung menjadi daun  bunga
  8. Mengolah tusuk es krim menjadi tempat pinsil
  9. Mengolah sampah organik (sisa makanan, daun, ranting, kayu, menjadi  pupuk  kompos.

Untuk sampah yang tidak dapat ditangani dalam lingkup sekolah, dikumpulkan ke Tempat Penampungan Sementara (TPS) untuk selanjutnya diangkut oleh petugas kebersihan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

                               Pelaksanaan program unggulan UPTD SMPN 5 Mandai sampai saat ini ( November 2020) sudah sampai pada tahap pengelolaan sampah baik sampah organik maupun anorganik,  ini akan berlanjut terus menerus dan dievaluasi.

4. Tahap Pemanfaatan/Penjualan Produk

            Pemanfaatan produk dari program unggulan ini, seperti produk sampah organik (kompos), selain untuk kebutuhan sekolah sendiri yaitu untuk digunakan pada tanaman yang ada di sekolah, juga akan dijual ke pihak lain sekiranya kebutuhan sekolah sudah terpenuhi.

            Sedangkan untuk produk sampah anorganik selain dimanfaatkan dissekolah juga akan dijual ke pihak lain, biasanya produk ini diperkenalkan sekaligus dijual apabila ada kegiatan di sekolah seperti pentas seni dan pameran hasil karya peserta didik, juga pada kegiatan diseminasi sekolah model atau kegiatan pameran lainnya yang dilaksanakan oleh sekolah atau pihak lain.

5. Tahap Evaluasi dan Pengembangan Konsep

            Program ini akan terus menerus dilaksanakan dan akan dikembangkan secara berkesinambungan. Dan secara periodik akan dilaksanakan Evaluasi dan pengembangan konsep.. Alhamdulillah Program ini tidak menggunakan dana BOS, akan tetapi pelaksanaannya mendapat dukungan dana ( pembelian alat komposter) dari parenting kelas atau kelas orang tua. Harapan ke depan nantinya program ini selain membentuk karakter peserta didik peduli lingkungan juga nantinya akan terbentuk karakter kemandirian, ekonomi dengan memanfaatkan sesuatu yang tidak bermanfaat menjadi sesuatu yang bermanfaat dan bernilai ekonomi, dan tak kalah pentingnya terbentuk karakter kepedulian untuk memelihara lingkungan, tidak merusak atau mencemari lingkungan bukan hanya di sekolah akan tetapi dimanapun mereka berada.

PESERTA DIDIK MEMUNGUT SAMPAH SEBELUM MASUK DI SEKOLAH

( PEMBIASAAN DAN KARAKTER PEDULI LINGKUNGAN)

PESERTA DIDIK SEDANG MELAKUKAN PEMILAHAN SAMPAH DIBAWAH BIMBINGAN GURU